Senin, 25 Juni 2012

Selimut Kasar

ada saat mata ingin menangis namun tak pula menangis
dia lah yang sedang meratap dalam kesalahan
kemunafikan yang di buatnya sendiri

entah ingin kemana dan sampai kemana
katanya cintanya hanya untuk-Nya
namun, siapa yg tahu tentang arti kertas putih kehidupan

mengukir dalam darah biru
air keruh tak bisa terkuras
siapa yang menjamin, hanyalah dirinya sendiri

angin yang membawa lentera kaca
bukan mutiara yang terpendam di tanah
hanyalah darah yang terus mengalir di hati

--------------------------------------------
entah dia siapa, dia adalah titipan dan Mulyono
orang yang mau mendengarkan kemarahanku
membuat aku tenang walau sementara

dia aku kagumi dengan kediamannya awalnya
tapi kini jauh berbeda perasaanku,,,,
aku masih berusaha mengagumi....
setiap orang pernah menumpahkan tinta hitam,,
namun jangan lantas kita terus memainkan hitam itu,
apa lagi bangga berdiri diatas hitam
atau mungkin prasanka ku saja yang salah
bukankah aku sudah berbagi suka duka
aku tidak mengharap lebih,,
hanya ingin menjadi temanmu,,,,

aku merasakan seperti saat bersama jendral
namun kemarahanku apakah juga sama??
kesabaranku dalam menahan ego ini
ketentraman saat bercerita

andai kau bisa memegang hati ini,,,,,,,,,,,,
bukankah aku lebih memilih sahabat darii pada cinta??
aku menerimamu karena kita saudara bro......

Kamis, 20 Oktober 2011

apa mungkin saudara tapi beda pemahaman bisa mengakibatkan ga suka??
atau mungkin memang aku yang tidak bisa menjaga diri?
apa aku yang harus memulai percakapan?
sementara aku tak mau sebab aku begitu takut dan menghargainya
dia berbicara lewat anaknya, justru membuat aku sakit kan
aku pun ingin pergi tapi nunggu gajian lah!!
apa kau marah?
aku memang masih bodoh,  makanya aku ingin kau memberi  tahuku,
tapi ..........
sabar adalah berat

Minggu, 09 Oktober 2011

Pada zaman dahulu di negeri Cina ada seorang pendeta Tao yang juga seorang peramal. Ia sangat terkenal akan kepandaiannya meramal nasib orang lain, sehingga banyak orang jauh maupun dekat datang untuk minta diramal olehnya.
Pada suatu hari, tiga orang sarjana akan mengikuti ujian negara di negara Beijing, datang menanyakan siapa di antara mereka yang akan lulus dari ujian tsb. Tiga orang sarjana itu menyalakan hio dan memberikan hormat kepada sang pendeta.
Dengan mata tertutup sang pendeta mengacungkan jari telunjuk kepada mereka tanpa berkata sepatah katapun. Para sarjana itu tidak mengerti isyarat ini dan meminta sang pendeta untuk menjelaskannya.
Pendeta itu menggelengkan kepalanya dan berkata,"Kehendak Tuhan tidak boleh diungkapkan." Tiga orang sarjana itu pergi dengan hati kecewa.
Setelah mereka pergi, seorang murid pendeta bertanya pada sang pendeta,"Tuan siapa diantara ketiga itu yang akan lulus?
Pendeta, "Angka yang tepat sudah kau ketahui , bukan?
"Apakah satu jari berarti hanya satu yang akan lulus?"
"Ya!"
"Tapi bagaimana jika dua orang yang lulus?"
"Itu berarti satu jari berarti satu orang dari ketiganya akan gagal"
"Bagaimana jika ketiga-tiganya lulus?
"Satu jari menandakan bahwa mereka akan lulus dalam satu waktu ( dalam waktu yang bersamaan )
"Dan ketiga-tiganya gagal?"
Satu jari menandakan bahwa tidak satupun diantara mereka yang akan lulus."
Murid itu dengan segera menyadarinya lalu berkata, "oh...begitu kehendak Tuhan."
Ramadhan telah berlalu padahal hati ini masih merindu,
idul fitri yang membuat kita berdiri kembali
tapi apa yang ada dihati ini.....?
hati yang trus meraung keras...
bagai tanamanan yang kering...
mengharap air kan menhijaukan daunnya
siapa tau....
hanya yang Maha Mengetahui...
siapa yang memaafkan....
hanya lah Al Ghofar.........
kau..........
bolehkah aku minta sesuatu
berjumpa denganMu adalah keinginan ku

bulan oktober_september

Ntah apa yang aku rasa, hampa kering nan beku, aku ingin mengalirkan air mata namun mata ini selslu memandang dunia>>
kala fajar aku manatap langit yg sejuk, aku rindu dg MU..
duha tak cukup satu kali,
diam pasrah bukan memilih,
banyak duri dari seberang,
jiwa yang lelah akan merana>>>

Rabu, 29 Juni 2011

isro' mi'roj

hari ini tgl 29 juni 2010 bertepatan hari isro' mi'roj NabiMuhammad SAW. sholawat beserta salam aku limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui dia lah dunia jahilayah brubah dengan rahmat.

hari ini, ponakanku (fikri) sunatan, kerja libur, n hari pun berjalan seperti biasa, aku diperingatkan lagi oleh ibu-ku untuk minum obat atau vitamin,dia merasa keadaanku tidak ada perubahan malah semakin kurus, memang benar tapi apa yang harus aku lakukan sebenarnya, aku urus karena kurang makan atau beban sih,

Ya Robbi, Engkau yang telah menuliskan aku disini, beri hambamu  hidayah untuk menjalani hidup ini dengan tegar, sebuah proses untuk kebijakan hati, ataukah hanya sebuah kesia-siaan-ku dalam menjalani umurku.

aku rindu denganMu ya Robb, aku ingin disisiMu, begitu menyebut AsmaMU hatiku tersentak, aku merasa tida  mampu untuk menjalani hidup ini, tapi aku yakin Engkau yang telah menetapkan jalanku.

tidak ada orang yang bisa membuat aku tenang kecuali ibuku dan ketika aku sedang sendirian menyebut AsmaMu Ya Alloh,.